Mengenal Lebih Jauh Novel Sabtu Bersama Bapak Karya Adhitya Mulya

Judul Buku : Sabtu Bersama Bapak
Pengarang : Adhitya Mulya
Penyunting : Resita Wahyu Febiratri
Proofreade : Yuke Ratna P. & Mita M. Supardi
Penata Letak : Landi A. Handwiko
Desainer Sampul : Jeffri Fernando
Peberbit : Gagas Media
Tahun Terbit : 2017
Cetakan : ke- 28
Tebal Buku : × + 278 hlm; 13 × 19 cm
Harga Buku : Rp 60.000,00

Adhitya Mulya pertama kali dikenal sebagai penulis lewat novel komedi yang berjudul ” Jomblo ” terbitan 2003. Novel perdananya kemudian diadaptasi menjadi film sukses dengan judul sama yang dibintangi Ringgo Agus, Christian Sugiono, Dennis Adhiswara. dan Rizky Hanggono. Pria kelahiran 3 Desember 1977 juga menulis buku ‘Gege Mengejar Cinta’ , ‘Catatan Mahasiswa Gila’ dan ‘Mencoba Sukses’ . Buku ‘Sabtu Bersama Bapak’ (2013) merupakan novel kelimanya dan sekarang sudah diadaptasi menjadi film layar lebar yang dibintangi oleh Abimana Aryasatya ( Gunawan ), Ira Wibowo ( Itje ), Arifin Putra ( Satya ), dan Acha Septriasa ( Rissa ) di bawah arahan sutradara Monty Tiwa.

Buku ‘ Sabtu Bersama Bapak ‘ ini adalah sebuah cerita tentang seorang pria yang belajar mencari cinta, tentang seorang pria yang belajar menjadi suami, tentang seorang ibu yang membesarkan anaknya, dan tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan untuk anaknya.

Buku ini diterbitkan oleh Redaksi Gagas Media yang beralamat di Jl. H. Montong No. 57, Ciganjur Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630.

Sinopsis Cerita

Gunawan Garnida pria berusia 38 tahun yang memiliki seorang istri bernama Itje berusia 35 dan dua anak kecil bernama Satya dan Cakra. Hidup mereka berubah ketika Gunawan tahu bahwa ia hanya memiliki waktu satu tahun lagi untuk hidup. Gunawan memutuskan, bahwa kematian tidak boleh membatasinya untuk menyayangi kedua anaknya. Ia memutuskan untuk membuat banyak rekaman video yang berisikan pesan-pesan untuk kedua anaknya. Setelah Pak Gunawan berpulang, Itje sang istri memutuskan agar kedua anaknya dapat bertemu dengan sang bapak setiap satu kali seminggu, yaitu setiap hari Sabtu.

Kehidupan Itje, Satya dan Cakra terus berlanjut. Satya berusia 33 tahun sudah memiliki istri bernama Rissa yang berusia 32 tahun dan tiga orang anak laki-laki yang bernama Ryan, Miku, dan Dani. Satya bekerja sebagai seorang geofhycisy untuk NOG. Satya merupakan sosok ayah yang galak dan suka marah-marah mencoba untuk menjadi ayah dan suami yang baik setelah membaca email dari sang istri.
Sedangkan Cakra berusia 30 tahun menjadi Deputi Direktur di sebuah bank asing di Jakarta dan masih menjomblo. Dia memiliki bawahan yang suka mengejeknya tetapi juga memberinya banyak saran untuk bisa mendapatkan hati Ayu seorang asisten menejer untuk divisi customer service.

Sementara itu, Itje tetap sendiri dengan menjalankan bisnis warung makannya di Bandung. Tapi ia menyimpan sebuah rahasia yang tidak seorang pun mengetahuinya termasuk anak-anaknya.

Analisis Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Buku ini bertema cinta dalam keluarga. Karakter tokohnya menggambarkan bagaimana pentingnya sebuah keluarga. Seperti tokoh Bapak ( Gunawan ) yang sangat penyayang dan tegas dalam waktu yang bersamaan. Sosok ibu ( Itje ) juga merupakan sosok yang sangat sabar dan tegar dalam menghadapi cobaan. Tak lupa Satya dan Cakra yang menjadi tokoh utama dalam buku ini. Satya seorang suami dan bapak yang sangat galak dan otoriter mencoba untuk menjadi suami dan bapak yang diharapkan keluarganya. Cakra pria berusia 30 tahun yang dingin dan tegas saat di kantor, tapi bisa jadi orang yang menyenangkan saat di luar kantor.

Buku ini menggunakan sudut pandang orang ke tiga tunggal. Di mana si nulis membawa kita masuk dalam cerita dan merasakan semua hal yang dialami oleh para tokoh.

Terdapat beberapa latar dalam buku ini salah satunya latar tempat yaitu ada kantor tempat kerja Cakra di Jakarta, rumah Satya di Denmark, rumah keluarga Gunawan di Bandung, dan masih banyak lagi latar tempat dalam buku ini. Sedangkan untuk latar suasana ada suasana haru, duka, suka, tegang, dan suasana lainnya.

Buku ini membawa kita untuk merasakan bagaimana sedihnya di tinggalkan oleh sosok ayah yang selalu menjadi panutan untuk anak-anaknya. Dan bagaimana perjuangan seorang ibu untuk membesarkan anak-anaknya dengan menjadi tulang punggung dalam keluarga.

Buku ini juga mengajarkan kita untuk selalu menyayangi dan menghormati kedua orang tua selagi mereka masih ada. Selain itu buku ini juga menceritakan bagaimana cara menjadi orang tua dan suami yang diharapkapkan oleh keluarga.

Terdapat beberapa nilai moral dalam buku ini.Nilai-nilai moral yang tercermin dalam Novel Sabtu Bersama Bapak di antaranya, yaitu nilai kejujuran, rasa bertanggung jawab,nilai kesetiaan dalam
keluarga, keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan.

Keunggulan

Buku ini mengandung banyak nilai-nilai yang dapat kita ambil. Banyak pesan yang dapat kita ambil dari tokoh Bapak ( Gunawan ). Selain itu alurnya yang berubah-ubah membuat pembaca tak akan pernah merasa bosan ketika membaca buku ini. Selain itu pemilihan cover buku juga sesuai dengan judul.

Kelemahan

Ada beberapa kalimat yang berbelit- belit sehingga susah untuk dipahami oleh pembaca awam. Selain itu juga ada beberapa percakapan bahasa asing tampa diberikan arti dari kata tersebut.

Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk kalian para bapak muda dan remaja yang sedang mencari jati diri. Karena buku ini berisi hal-hal yang kalian cari untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai